2019年01月

Ekspor Pertanian Melonjak 29%

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan jika kapasitas pembangunan pertanian saat empat tahun paling akhir (2015-2018) sudah sesuai dengan jalan yang diputuskan. Diantaranya, kapasitas export produk pertanian. Saat 2015-2018, keseluruhan nilai export produk pertanian nasional sampai Rp 1.764 triliun, sedang nilai export tahun lantas bertambah 29, 70% yaitu dari Rp 384, 90 triliun pada 2016 jadi Rp 499, 30 triliun pada 2018. 
Amran Sulaiman menuturkan, saat empat tahun paling akhir, Kemtan sudah dapat tingkatkan produksi, bahkan juga memberi capaian positif dengan berarti pada beberapa tanda ekonomi serta kesejahteraan. Di fragmen export, nilai export pertanian bertambah 29, 7% yaitu dari Rp 384,90 triliun pada 2016 jadi Rp 499,30 triliun pada 2018. "Total nilai export Rp 1.764 triliun saat 2015-2018," jelas Mentan Amran di Jakarta, Sabtu (19/1). 

Sekjen Kementan Sukur Iwantoro memberikan, selama 2014-2018, export pertanian Indonesia masih bertambah saat kapasitas export pada umumnya alami penurunan. Bahkan juga, saat harga komoditas perkebunan konvensional andalan export alami penurunan. 

"Berarti, ada pergerakan cepat, dari semula import jadi export. Semula kita tidak dapat akses pasar, seperti manggis, saat ini kita telah export. Kita juga mengekspor bawang, awal mulanya kita tidak manfaatkan kesempatan ketidaksamaan musim dengan Thailand serta Filipina," kata Sukur . 
Pada umumnya, kebijaksanaan pembangunan pertanian yang digerakkan pemerintah dalam perihal ini Kementerian Pertanian (Kemtan) sudah sesuai dengan jalan (on the trek) serta dapat mengangkat serta berperan riil pada perkembangan ekonomi nasional. Pada 2014, bidang pertanian (termasuk juga kehutanan serta perikanan) berperan seputar 13, 14% pada ekonomi nasional serta pada 2017 bertambah jadi 13, 53%. 

Saat periode 2013-2018, akumulasi penambahan nilai produk domestik bruto (PDB) bidang pertanian yang dapat dibuat sampai Rp 1.375 triliun serta nilai PDB bidang pertanian 2018 naik 47% dari 2013. Dari bagian peran ke PDB pun naik, pada 2014 bidang pertanian berperan seputar 13, 14% pada ekonomi nasional serta pada 2017 bertambah jadi 13, 53%.

Gramedia Cetak 292 Juta Surat Suara untuk 5 Provinsi

PT Gramedia jadi satu diantara enam perusahan penyedia pencetakan serta distribusi surat nada Pemilu 2019. Ke enam perusahaan itu memenangkan proses lelang serta lolos seleksi administrasi, dengan memperhitungkan penawaran harga paling rendah, detail tehnis serta kemampuan produksi. 

"Berdasar pada data penyediaan, keseluruhan surat nada yang akan diciptakan di PT Gramedia ialah 192.019.984 lembar. Jumlahnya itu masih tetap dapat sesuaikan dengan jumlahnya DPT (rincian pemilih masih) yang diputuskan KPU RI," tutur Direktur Gramedia Printing Grup Hari Susanto dalam acara Monitoring Pencetakan Surat Nada Pemilu Serentak 2019 di Kantor Kompas Gramedia, Palmerah, Jakarta, Minggu (20/1). 
Hari menjelaskan, hasil dari penentuan pemenang lelang tanggal 28 Desember 2018, PT Gramedia akan cetak surat nada untuk lima propinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, DKI Jakarta serta Sulawesi Selatan. Surat nada yang diciptakan ada lima mode, yaitu surat nada untuk penentuan presiden-wapres, anggota DPR RI, anggota DPD, DPRD Propinsi serta DPRD Kabupaten / Kota. 

"Proses produksi serta distribusi sendiri akan berjalan saat 70 hari, terhitung semenjak berlakunya kontrak kerja pada KPU dengan PT Gramedia. Surat nada nanti akan didistribusikan oleh PT Gramedia ke KPU kabupaten / kota," tandas ia. 

"PT Gramedia pun lakukan penjagaan saat 24 jam oleh pihak keamanan intenal Kompas Gramedia ___ ___ ___ ___ ___ 2 ___ ___ ___ ___ 0 , bekerja bersama dengan kepolisian dan dipantau penuh KPU, "papar ia. 
"Buat pihak external yang masuk ke ruang produksi, tidak cuma itu, standard keamanan pun diaplikasikan mulai ruang produksi, di mana semua bentuk alat perekam tidak bisa dibawa masuk. Untuk tenaga kerja PT Gramedia, cuma karyawan yang sudah ditunjuk yang dikasihkan akses ke ruang itu. mesti seizin KPU serta dibuktikan dengan surat dinas dani KPU RI, "papar ia. 

Dalam penyediaan surat nada pemilu, Gramedia terhimpun dalam kerja sama operasi (KSO) dimana PT Gramedia menjadi leader. Anggota KSO diantaranya PT Medan Alat Grafika (Medan), PT Bawen Mediatama (Semarang), PT Antar Surya Jaya (Surabaya), PT Bosowa Alat Grafika (Makassar) serta PT Pura Barutama (Kudus). 

Peinciannya PT Gramedia sekitar 138 juta lembar, PT Medan Alat Grafikatama cetak 29 juta lembar, PT Bawen Mediatama cetak 13 juta lembar, PT Antar Surya Jaya cetak 6 juta lembar, PT Bosowa Alat Grafika cetak 12 juta lembar serta PT Pura Barutama cetak 94 juta lembar . 
Tidak hanya PT Gramedia, ada lima perusahaan (pemenang tender) yang akan lakukan produksi surat nada, yaitu PT Balai Pustaka (Jakarta), PT Aksara Grafika Pratama (Jakarta), PT Temprina Alat Grafika (Jawa Timur), PT Puri Panca Pujibang

Pemerintah Diminta Serap Hasil Panen Komoditas Holtikultura

Serikat Petani Indonesia (SPI) minta pemerintah menyerap hasil panen komoditas holtikultura strategis. Kementerian Pertanian (Kemtan) serta Tubuh Masalah Logistik (Bulog) disuruh menyerap hasil panen komoditas holtikultura dengan semaksimal mungkin. 
"Pemerintah semestinya dapat menyerap komoditas holtikultura. Peranan Bulog mesti dioptimalkan, tidak cuma beras tapi pun komoditas yang lain," tutur Sekretaris Umum SPI, Agus Ruli Ardiansyah, dalam tayangan wartawan yang di terima Investor Daily, Minggu (20/1). 

Menurut dia, kepastian daya serap pemerintah pada komoditas holtikultura begitu penting sebab tingkat fluktuatif harga nya tinggi sekali. Diluar itu, pemerintah dapat memberi kursus untuk mengontrol pola tanam atau tidak berlangsung over produksi yang mengakibatkan jatuhnya harga. 

Baca Juga:  Harga Kusen Jendela dan Harga Pasir

"Harusnya jika memang cabai di Demak disaksikan menjadi komoditas strategis, pemerintah mesti dapat mengambil keputusan harga pembeliannya," imbuhnya. 

Anggota Komisi IV, Darori Wonodipuro, menjelaskan, tindakan pembuangan cabai di jalan oleh petani Demak sebab mereka alami kerugian besar. Pihaknya minta unit pekerjaan (Satgas) Pangan untuk menyelidik pemicu anjloknya harga cabai. Perihal sama berlangsung saat panen kentang di Dieng, Jawa Tengah, yang berefek pada kerugian petani. 

Baca Juga : Harga Pasir Lumajang dan Harga Batu Split

"Kemtan semestinya memberi subsidi pada petani supaya tidak alami kerugian saat harga komoditas anjlok," tuturnya. Seperti didapati, pada Oktober 2018 lantas, cabai jadi salah satunya komoditas yang alami inflasi paling tinggi masuk awal 2019. Harga cabai mendadak jatuh serta berlangsung kejadian buang buang cabai oleh kelompok petani di Demak.

KPU Hemat Anggaran sebesar Rp 291 Miliar dalam Produksi Surat Suara

Komisioner Komisi Penentuan Umum (KPU) Ilham Saputra mengakui pihaknya sukses mengirit biaya sebesar Rp 291.378.192.100 atau 32, 57% dari keseluruhan pagu biaya penyediaan surat nada Pemilu 2019. Keseluruhan pagu biaya penyediaan surat nada sebesar Rp 894.720.293.000. 
"Dari penyediaan surat nada ini, KPU setidaknya sukses lakukan penghematan Rp 291.378.192.100 atau 32,57% dari keseluruhan pagu Rp 894.720.293.000 atau sudah irit Rp 269.349.301.525 atau 30, 86% dari Harga Prediksi Sendiri atau HPS Rp 872.691. 402.425, "tutur Ilham Saputra pada saat acara Monitoring Pencetakan Surat Nada Pemilu Serentak 2019 di Kantor Kompas Gramedia, Palmerah, Jakarta, Minggu (20/1). 

Ilham menjelaskan KPU sudah sah mengawali proses produksi surat nada untuk keperluan Pemilu 2019. Keseluruhan surat nada, katanya, sekitar 939.879.651 lembar yang akan di produksi serentak oleh lima konsorsium ditambah satu perseroan hanya terbatas sampai tiga bulan ke depan. "Ke enam konsorsium sendiri menyebar di 35 tempat, di tiga propinsi dengan nilai kontrak Rp 603.342.100.900, "papar ia. 

Ke enam konsorsium itu diantaranya Konsorsium PT Aksara Grafika Pratama Jakarta menghasilkan surat nada sekitar 68.176.374 lembar atau 7, 25%, Konsorsium PT Balai Pustaka Jakarta menghasilkan surat nada sekitar 139.894.529 lembar atau 14, 88% serta Konsorsium PT Gramedia Jakarta menghasilkan surat nada sekitar lembar 292.019.984 lembar atau 31, 07%. 
Ditambah Konsorsium PT Temprina Alat Grafika Jawa Timur yang menghasilkan surat nada sekitar 255.019.544 lembar atau 27, 13%, Konsorsium PT Puri Panca Pujibangun Jawa Timur menghasilkan surat nada sekitar 107.714.950 atau 11, 46% dan PT Adi Perkasa Makassar, Sulawesi Selatan menghasilkan surat nada sekitar 77.054.270 lembar atau 8, 2%. 

"Proses produksi sesuai dengan agenda tender berjalan 19 Januari sampai 19 Maret 2019, sesaat distribusi serta serah terima berjalan 1 sampai 29 Maret 2019," papar ia.

Investasi Pertambangan Butuh Perbaikan Regulas

Investasi di bidang pertambangan memerlukan perbaikan peraturan serta stimulan supaya pekerjaan eksplorasi serta eksploitasi selalu berjalan, memberi peran pada negara. Peraturan sekarang ini kurang menarik minat pemodal. Di banding negara lainnya, investasi pertambangan di Indonesia kurang menarik. 

Demikian pandangan yang mengemuka dalam diskusi bertopik "Mining for Life" yang diselenggarakan di Museum Geologi Bandung, Sabtu (19/1). Diskusi itu diselenggarakan oleh Indonesian Mining Association (IMA), dipandu wartawan senior Tommy Suryopratomo dengan tampilkan Ketua Umum Ikatan Pakar Geologi Indonesia (IAGI) Sukmandaru Prihatmoko, Dirut PT Inalum Budi Sadikin, Sekretaris IMA yang pun Presdir PT Freeport Indonesia Tony Wenas, serta Wakil Ketua Umum Indonesian Mining Institute Hendra Sinadia. 

Menjadi negara yang kaya sumber daya mineral, kata Sukmandaru, Indonesia mesti dapat hidup sejahtera dari bidang kekayaan alam yang dipunyai. Oleh karenanya, beberapa masalah eksplorasi serta eksploitasi mineral serta batubara (minerba) mesti ditangani. Tidak hanya persepsi publik yang kurang baik mengenai minerba, peraturan butuh diperbaiki supaya minerba indonesia yang berlimpah memberi kemaslahatan pada negara. 

Minna malah banyak di negeri dengan banyak gunung api seperti indonesia. Indonesia diketahui menjadi negeri yang banyak alami musibah alam. 
Beberapa pembicara mengutarakan opini seirama jika iklim investasi di bagian minerba sekarang ini kurang menarik minat investor. Waktu konsesi yang cuma 20 tahun dengan perpanjangan 2 x 10 tahun tidak menarik buat investor mengingat investasi minerba ialah investasi periode panjang. 

Presdir PT Amman Mineral Nusa Tenggara Rachmat Makassau pada komunitas yang sang mamajelaskan, di negara lainnya, izin minerba lebih dari 100 tahun. Kebijaksanaan ini sangat mungkin lahirnya perusahaan besar bertaraf global yang hidup diatas 200 tahun. "Tengah di Indonesia, perusahaan tambang cuma dibuat untuk 40 tahun, "tuturnya. 

Pener taun negara bukan pajak (PNPB) alami pasang-surut dalam lima tahun paling akhir. Pada tahun 2018, PNPB dari minerba Rp 46, 1 triliun atau 45% diatas tujuan. PNBP dari minerba sempat turun tajam saat dua tahun. Sesudah sampai Rp 35, 4 triliun 2014, pada tahun 2015 turun ke Rp 29,6 triliun serta 2016 sebesar Rp 27,2 triliun. Tahun 2019 ini, PNBP minerba direncanakan Rp 40 triliun atau naik 25%. 

Perusahaan minerba, kata Hendra Sinadia, dapat memberi peran semakin besar pada negara seandainya ada stimulan serta kejelasan peraturan. Stimulan begitu penting untuk tingkatkan jumlahnya investor minerba serta menggerakkan perusahaan yang telah beroperasi untuk ekspansi. "Perusahaan tambang sangat cepat menarik foreign direct investment," tuturnya . 

Bila cuma mengekspor bahan mentah, surplus neraca tambang begitu kecil, bahkan juga minus, sebab nilai beberapa produk tambang yang di, Hilirisasi, -import tambah lebih besar dari nilai bahan mentah yang di-export. 
Santurah jadi aluminium, nilai lebih dari bouksit bertambah belasan kali. Aluminium berguna menjadi penguantar listrik serta panas yang baik meskipun tidak sebagus tembaga. Tengah nikel bagus untuk perlengkapan makanan, hp, perlengkapan medis, transportasi, bangunan, dan pembangkit listrik. 

Pen tahun 2018, defisit neraca perdagangan sampai US $ 8, 5 miliar, paling besar dalam riwayat Indonesia. Dengan hilirisasi, neraca perdagangan Indonesia akan kembali surplus serta selalu jadi membesar. 

Sait harga batubara turun, kata Budi, perusahaan tetap akan mencapai laba bila perusahaan mempunyai pembangkit listrik tenaga batubara. Hilirisasi berguna juga untuk mengawasi keadaan keuangan serta tingkatkan kapasitas perusahaan. 

Akan tetapi, kata Tony Wenas, tidak semua perusahaan minerba mempunyai karakter yang sama. Perusahaan tembaga seperti Freeport Indonesia malah cukup sudah maksimal dengan mengekspor konsentrat, sebab proses hilirisasi untuk membuahkan konsentrat telah sampai 93% serta harga nya telah merujuk pada London Stok Exchange. Benar-benar juga demikian, pihaknya masih komit bangun step ke-2. 

Untuk tingkatkan export serta mengawasi kapasitas perusahaan minerba, kebijaksanaan pemerintah tentang export butuh lebih memberi kepastian. Larangan export ore serta konsentrat janganlah tidak diduga. 

Pulihkan Citra, Pilih topic "Mining for Life", IMA punya niat memulihkan citra pertambangan yang sampai kini jelek di mata publik. Usaha pertambangan acap diasumsikan dengan perusakan lingkungan serta pengerukan kekayaan alam tiada nilai lebih yang mencukupi untuk negara serta penduduk. Walau sebenarnya, kata Dari pagi sampai malam, minimum 90% kehidupan penduduk bersentuhan serta memakai produk pertambangan. 

Manusia moderen takkan dapat hidup listrik, smartphone, bermacam mesin, serta kendaraan untuk transportasi. Peradaban manusia yang masuk Industry 4.0 pun bisa saja oleh produk pertambangan. 

Ido ajak publik untuk mengapresiasi semua pihak yang ikut serta dalam usaha pertambangan, baik pemodal, manajemen, ataupun pekerja. Mereka semua ialah pihak yang berjasa dalam tingkatkan peradaban manusia. Akan tetapi, disadari beberapa pebisnis pertambangan harus juga menyatu padu mengawasi lingkungan hidup, memberi dukungan ide pembangunan berkepanjangan, serta memberikan keyakinan publik jika produk pertambangan telah jadi keperluan keseharian umat manusia. 
Untuk memulihkan citra usaha pertambangan, demikian Tony, pemerintah butuh tegas serta berkelanjutan dalam mengaplikasikan peraturan. Perusahaan yang tidak menghiraukan ketentuan mengenai lingkungan tidak bisa dilewatkan. Ide pertambangan berkepanjangan butuh dipantau ketat oleh pemerintah. 

Menurut Tony, yang sangat banyak mengakibatkan kerusakan ialah perusahaan taraf kecil dengan tempat konsesi dibawah 100 hektare. Dengan luas tempat konsesi yang sempit, perusahaan tambang susah bangun infrastruktur yang diisyaratkan. Tempat sempit semakin banyak sebab ada pelaku yang memperdagangkan konsesi dengan memecah satu lokasi konsesi seluas 1.000 ha jadi 20, hingga satu konsesi cuma 50 ha. 

"Karena pelanggaran beberapa perusahaan, dunia pertambangan terserang citra negatif," tutur Tony. Ia meyakini, dengan tempat konsesi yang sempit, lingkungan lokasi pertambangan susah diurus dengan baik. Ia pun menyoroti junior miners yang sampai kini kuasai lokasi pertambangan serta keadaan itu tidak baik buat pemulihan citra pertambangan. 


ギャラリー
カテゴリー
  • ライブドアブログ