Serikat Petani Indonesia (SPI) minta pemerintah menyerap hasil panen komoditas holtikultura strategis. Kementerian Pertanian (Kemtan) serta Tubuh Masalah Logistik (Bulog) disuruh menyerap hasil panen komoditas holtikultura dengan semaksimal mungkin. 
"Pemerintah semestinya dapat menyerap komoditas holtikultura. Peranan Bulog mesti dioptimalkan, tidak cuma beras tapi pun komoditas yang lain," tutur Sekretaris Umum SPI, Agus Ruli Ardiansyah, dalam tayangan wartawan yang di terima Investor Daily, Minggu (20/1). 

Menurut dia, kepastian daya serap pemerintah pada komoditas holtikultura begitu penting sebab tingkat fluktuatif harga nya tinggi sekali. Diluar itu, pemerintah dapat memberi kursus untuk mengontrol pola tanam atau tidak berlangsung over produksi yang mengakibatkan jatuhnya harga. 

Baca Juga:  Harga Kusen Jendela dan Harga Pasir

"Harusnya jika memang cabai di Demak disaksikan menjadi komoditas strategis, pemerintah mesti dapat mengambil keputusan harga pembeliannya," imbuhnya. 

Anggota Komisi IV, Darori Wonodipuro, menjelaskan, tindakan pembuangan cabai di jalan oleh petani Demak sebab mereka alami kerugian besar. Pihaknya minta unit pekerjaan (Satgas) Pangan untuk menyelidik pemicu anjloknya harga cabai. Perihal sama berlangsung saat panen kentang di Dieng, Jawa Tengah, yang berefek pada kerugian petani. 

Baca Juga : Harga Pasir Lumajang dan Harga Batu Split

"Kemtan semestinya memberi subsidi pada petani supaya tidak alami kerugian saat harga komoditas anjlok," tuturnya. Seperti didapati, pada Oktober 2018 lantas, cabai jadi salah satunya komoditas yang alami inflasi paling tinggi masuk awal 2019. Harga cabai mendadak jatuh serta berlangsung kejadian buang buang cabai oleh kelompok petani di Demak.