Komisioner Komisi Penentuan Umum (KPU) Ilham Saputra mengakui pihaknya sukses mengirit biaya sebesar Rp 291.378.192.100 atau 32, 57% dari keseluruhan pagu biaya penyediaan surat nada Pemilu 2019. Keseluruhan pagu biaya penyediaan surat nada sebesar Rp 894.720.293.000. 
"Dari penyediaan surat nada ini, KPU setidaknya sukses lakukan penghematan Rp 291.378.192.100 atau 32,57% dari keseluruhan pagu Rp 894.720.293.000 atau sudah irit Rp 269.349.301.525 atau 30, 86% dari Harga Prediksi Sendiri atau HPS Rp 872.691. 402.425, "tutur Ilham Saputra pada saat acara Monitoring Pencetakan Surat Nada Pemilu Serentak 2019 di Kantor Kompas Gramedia, Palmerah, Jakarta, Minggu (20/1). 

Ilham menjelaskan KPU sudah sah mengawali proses produksi surat nada untuk keperluan Pemilu 2019. Keseluruhan surat nada, katanya, sekitar 939.879.651 lembar yang akan di produksi serentak oleh lima konsorsium ditambah satu perseroan hanya terbatas sampai tiga bulan ke depan. "Ke enam konsorsium sendiri menyebar di 35 tempat, di tiga propinsi dengan nilai kontrak Rp 603.342.100.900, "papar ia. 

Ke enam konsorsium itu diantaranya Konsorsium PT Aksara Grafika Pratama Jakarta menghasilkan surat nada sekitar 68.176.374 lembar atau 7, 25%, Konsorsium PT Balai Pustaka Jakarta menghasilkan surat nada sekitar 139.894.529 lembar atau 14, 88% serta Konsorsium PT Gramedia Jakarta menghasilkan surat nada sekitar lembar 292.019.984 lembar atau 31, 07%. 
Ditambah Konsorsium PT Temprina Alat Grafika Jawa Timur yang menghasilkan surat nada sekitar 255.019.544 lembar atau 27, 13%, Konsorsium PT Puri Panca Pujibangun Jawa Timur menghasilkan surat nada sekitar 107.714.950 atau 11, 46% dan PT Adi Perkasa Makassar, Sulawesi Selatan menghasilkan surat nada sekitar 77.054.270 lembar atau 8, 2%. 

"Proses produksi sesuai dengan agenda tender berjalan 19 Januari sampai 19 Maret 2019, sesaat distribusi serta serah terima berjalan 1 sampai 29 Maret 2019," papar ia.